Minggu, 29 Juni 2014

RamadhanKu Berbeda

"Happy Fasting........"


?

Saya berpuasa bukan baru setahun, 2 tahun. tapi saya sudah lama menjalani puasa ini. mungkin sejak saya belum memakan bangku sekolah. kalau dihitung-hitung, sampai sekarang saya sudah menjalani puasa ini  hampir sepuluh tahun lebih.waktu yang cukup lama.

pada tulisan ini, saya tidak akan  mendefinisikan arti puasa, karena bagi kalian yang beragama islam, pasti sudah tau mengenai arti puasa, bahkan lebih tau dari pada saya. Saya cuma ingin sedikit berbagi cerita, berhubung tidak ada yang mau mendengarkan akhirnya saya torehkan cerita saya ini di sebuah alat elektronik ini. kurasa ini lebih baik :)


Puasa kali ini cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sudah 2 tahun ini saya diberikan kesempatan untuk tidak menjalankan puasa pertama bersama keluarga, karena masih berada di tempat orang. tapi yang membedakan waktunya. kalo untuk tahun lalu, saya terpisah dari keluarga hanya 2 hari. tapi untuk tahun ini, alhamdulillah 3 Minggu lamanya.Luaaaarrrr biasaaaaa.  mungkin Allah sedang menguji kesabaranku dan memberikan setumpuk kerinduan pada keluargaku di kampung halaman sana. agar pada saatnya nanti kerinduan ini dibalas dengan sesuatu yang manis, melebihi manisnya madu. *mudah-mudahan.

 

:'(  sedih??? sudah pasti. bukan tanpa alasan saya sedih dan bukan tanpa alasan saya menangis. karena pada puasa tahun ini saya kehilangan orang yang selalu membangunkan saya ketika saya sahur, memarahi saya ketika saya melakukan kesalahan dan mendukung saya apa pun yang saya lakukan. bahkan Dia adalah satu-satunya orang yang mendukung cita-cita saya. cita-cita untuk menjadi seorang Journalist, Dia... Dia... Dia adalah Bapak :( Yah... benar, puasa tahun ini saya tidak bersama bapak lagi, karena beliau sudah kembali kealam dimana Dia bisa beristirahat dengan tenang tanpa gangguan dari siapapun, termasuk gangguan dari kebisingan saya.

 

Berbicara tentang bapak, pasti tak lepas dengan sosok seorang Ibu. saya sering memanggilnya dengan sebutan umi. Mata saya spontan berkaca-kaca kala saya mendengar namanya. saya sangaattt sayang sama umi. dimana pun saya berada, beliau selalu memanjatkan doanya untuk  saya, umtuk anak bontotnya. :') semenjak kedua kakak saya menikah dan satu kakak saya bekerja di ibu kota. Umi hanya tinggal berdua bersama bapak. tapi sekarang, bapak sudah tiada. hanya tinggal umi sendiri yang menempati istana keluarga.:(

Umiii... bukannya saya membiarkanmu sendiri, bukannya saya menelantarkanmu sendiri, bukannya saya tak merindukanmu, bukannya saya tak sayang padamu, dan bukan pula saya tidak mau pulang. tapi, ada beberapa hal yang menyebabkan itu semua. saya yakin, umi bisa mengetahuinya. tunggu saya 3 minggu lagi umi. :(

 






Aku sayang Umi

Aku sayang Almarhum bapak

Aku sayang si kakak

Aku sayang kalian

Biarkanlah ramdhanku tahun ini berbeda, suatu saat nanti kita akan dipertemukan kembali.

*InsyaAllah :)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar